VISI DAN MISI SMP THE INDONESIA NATURAL SCHOOL

VISI

Melangsungkan Pendidikan Menengah untuk Memperkuat Konsep Diri dan Potensi Kecerdasan sesuai Minat, serta Membangun Kesadaran Berbangsa di Tengah Interaksi Global

MISI

Untuk mencapai VISI dimaksud di atas, disusunlah pedoman kerja atau MISI  SMP INS seperti berikut ini:

  1. Menyelenggarakan Sekolah Menengah Pertama berbasis Kecerdasan Majemuk dan Pembelajaran Minat (Multiple Intelligent & Interest Curiosity Based Learning).
  2. Memberi pembelajaran sesuai Kurikulum Nasional dengan pendalaman dan pengayaan sesuai minat siswa.
  3. Menyediakan sarana untuk perkembangan kognitif, sikap (afektif-psikomotorik), serrta melatih ketrampilan hidup secara mandiri  (life skill) dan pertumbuhan sosial emosi pada anak masa pubertas (12-16 tahun).
  4. Mengembangkan proses belajar yang dilangsungkan dengan kepedulian dan pencermatan pada masyarakat bangsa utamanya pada penguatan humanisme dan multikultur.
  5. Mempraktikkan proses pembelajaran aktif yang mendorong sikap belajar sesuai gaya dan karakteristik siswa.
  6. Merealisasikan pemerdekaan pendidikan dengan semangat kebangsaan, demi menumbuhkan sikap tanggungjawab terhadap diri dan lingkungan yang beragam/majemuk.
  7. Menggali konsep diri sebagai anak bangsa yang mempelajari secara terus-menerus sejarah dan kekayaan alam dan budaya negeri serta nilai-nilai keIndonesiaan.
  8. Memberi wawasan dan pengalaman belajar yang menyenangkan dengan paradigma baru pendidikan yang seluas-luasnya berjejaring dengan dunia internasional.
  9. Mewujudkan kredo RUMAH PENDIDIKAN KARAKTER INDONESIA.

Mengaplikasikan  idiom tersebut, INS menterjemahkan melalui proses belajar dengan alur yang kami sebut sebagai ‘mengalami’:

  1. OBSERVATION & DESCRIBING – mengamati
  2. QUESTIONING & ANALYZING – ajarkan bertanya
  3. EXPLORING – buku referensi, eksperimen, uji coba, nara sumber
  4. CREATING & PRODUCE – mencipta, presentasi, karya cipta
  5. SHARE, SHOW & Tell – mempertujukkan (open class, assembly)
  6. REFLECTING – perenungan – proses memikirkan dan berfikir ulang.

TAHAPAN yang sesuai dengan pola:

  1. MENGAMATI
  2. MENANYA
  3. MENGOLAH – mengumpulkan informasi, mengasosiasi, menganalisa,
  4. MENCOBA
  5. MENALAR
  6. MENYAJIKAN – mengkomunikasikan
  7. MENCIPTA

SECARA METAFORMING :

  1. Koneksi (asosiasi )
  2. Penemuan (discovery)
  3. Penciptaan (invention)
  4. Penerapan / aplikasi

Penerapan Metaforming menggunakan  CREATE:

  1. Connect
  2. Relate
  3. Explore
  4. Analyze
  5. Transform
  6. Experience

Yang selama ini digunakan  di  Lesson Plan  dicermati melalui TANDUR (temukan – alami – namai – ulangi – rayakan)  dan AMBAK (apa manfaatnya bagiku – contextual  learning) Bandingkan !!!! SAMA !!!! semua harus didEsain melalui  INSTRUCTIONAL DISAIN.

Jadi.. apapun kurikulumnya, delivery materi akan selalu menggugah dan menantang. Selamat berprose!

LAMBANG THE INDONESIA NATURAL SCHOOL

POHON

Pohon penyelamat lingkungan dan sumber kekekalan energi. Pohon pengetahuan menjadi analogi proses perjalanan yang harus dipanjat melalui perjalanan yang menanjak mendaki, agar terlatih untuk bekerja sungguh-sungguh dan kuat. Pohon selalu menunaikan perannya dengan setia seperti diamanahkan sang Khalik agar menjadi peneduh dan pemberi manfaat kehidupan.

SILUET MANUSIA BERBAGAI WARNA

Menggambarkan wacana perkembangan manusia yang fitrah, dengan perbedaan minat, potensi, karakter, gaya belajar yang beragam. Ragam warna menunjukkan perbedaan dan kebhinekaan yang dinamis. Ragam warna juga memiliki makna yang penuh nilai-nilai kebaikan.

TUJUH SILUET

Mendasarkan pada Ummul Qur’an yang 7 ayat, langit ke-7, 7 pintu surga. Tujuh kali putaran thawaf di Ka’bah, 7 lapisan tanah, 7 warna pelangi, 7 benua, 7 hari dalam seminggu.

SILUET NUSANTARA

Mewujudkan kecintaan pada tanah air yang harus dijaga perbedaan, dan menjaga kelangsungan Pancasila sebagai dasar Negara dan pemersatu bangsa.

WARNA HIJAU PADA TEKS

Bermakna kepedulian pada lingkungan alamiah dan penegasan Natural School sebagai pembelajaran bersama alam.

MAKNA NAMA SEKOLAH

The Indonesia Natural School :

Indonesia:

Setiap anak bangsa penting dan harus memahami keIndonesiaan secara mendasar, bukan hanya sumber daya alam, melainkan sumber daya manusianya bagi penguatan bangsa di masa mendatang. Setiap siswa masa kini adalah pemimpin Indonesia masa depan.

Natural:

Proses belajar sesuai fitrah, sesuai tahapan, minat, kesiapan, dan potensi diri. Natural juga berarti alamiah, baik lingkungan belajar maupun proses pembelajaran pada ranah kognitif, afeksi dan motorik. Nama sekolah “The Indonesia Natural School” menggunakan bahasa Inggris, adalah sebagai pengingat dan penanda, bahwa dunia ini sudah menjadi big village. Karena itu perlu mempersiapkan siswa menjadi warga dunia, bukan hanya pada kompetensinya, melainkan pada kesiapan jati diri yang bangga pada apa yang dimiliki dan siap meluaskan jejaring di ranah global.

tim guru SMP INS kesiapan mangampu siswa di usia perkembangan yang membutuhkan perhatian untuk mengembangkan poten

  1. Bahwa pendidikan adalah proses panjang meninggikan kemanusiaan manusia.
  2. Mewujudkan wajib belajar 9 tahun sebagai filter kebaikan dan memaksimalkan proses belajar secara patut dan menyenangkan.
  3. Mengakomodasi perbedaan gaya belajar yang berbeda-beda, sesuai keunikan setiap anak.
  4. Pentingnya upaya maksimal menggali potensi kecerdasan majemuk yang dimiliki setiap anak.
  5. Perlunya memperkuat konsep diri untuk memberi penguatan pada siswa ‘siapa dirinya’ dan potensi yang terbuka untuk dikembangkan.
  6. Penguatan pada siswa yang akan mengampu kehidupan berbangsa di tengah interaksi global, memerlukan komitmen dan kesungguhan untuk memperbaiki secara terus-menerus layanan pendidikan, untuk menghasilkan anak-anak Indonesia berkualitas sesuai potensi dan minat masing-masing.
  7. Siswa diperkuat rasa kebangsaannya melalui keunggulan bangsa Indonesia yang memiliki kekayaan alam dan keanekaragaman budaya serta tata kehidupan yang unggul, sebagai warisan bangsa yang adiluhung. Kemajuan informasi dan teknologi harus diimbangi dengan kekuatan mempertahankan kearifan lokal  dan budaya bangsa yang sesungguhnya dapat menjadi diferensiasi melalui penguatan nilai-nilai (value).
SMP INS di Depok-Jabar

Kegiatan literasi bahasa di Bulan Bahasa, memperkuat konsep diri

KETUHANAN :

Iman, Islam, Ikhsan, Takwa, Ikhlas, Tawakal, Sabar, Syukur.

KEMANUSIAAN :

Silaturahmi, Ukhuwah, Persamaan, Adil, Husnudzon, Tawadhu, Tepat Janji, Lapang Dada, Amanah, Perwira, Hemat, Dermawan.

Bakti Bahari di Cirebon 2019

memahami kemanusiaan lewat interaksi sosial kemasyarakatan dalam  interaksi langsung

Peduli, Komitmen, Kerjasama Kreativitas, Percaya Diri, Toleransi, Empati, Antusias, Apresiasi, Mandiri 

SMP INS di Depok-Jabar

upacara pengibaran sang saka Merah Putih, melatih komitmen kedisiplinan keIndonesiaan

  1. Takwa pada Allah SWT
  2. Berperilaku dan berkehidupan sesuai nilai-nilai ajaran Islam dan memiliki pekerti yang luhur
  3. Mempunyai kemampuan untuk mengenali kemampuan diri “Know who I’am, and to what I want”                                                               
    SMP INS sekolah ramah anak

    sigap mengibarkan bendera pada HUT RI 17 Agustus

     

  4. Tumbuh seimbang dan berkembang sesuai minat
  5. Memiliki rasa ingin tahu (curiosity) yang tinggi
    SMP INS sekolah ramah anak

    SMP INS sekolah ramah anak

  6. Mampu menunjukkan pemahaman yang positif
  7. Senang berkomunitas dan bersosialisasi di lingkungan yang majemuk
    SMP INS sekolah ramah anak

    guru adalah pamong yang asih asah asuh terhadap kembang siswa

  8. Mampu menulis dan menyusun rencana penelitian sains, karya ilmiah, dan pengembangan potensi diri sendiri sesuai minat
  9. Menyenangi dan menghargai karya seni
    SMP INS sekolah ramah anak

    bermusik menghaluskan budi pekerti

  10. Memiliki wawasan kebangsaan, wawasan kepedulian lingkungan dan budaya
  11. Menciptakan iklim sosial yang menggembirakan (happines)
    SMP INS sekolah ramah anak

    kemampuan literasi adalah kompetensi abad milineal

  1. Observation & Describing : Mengamati benda sesungguhnya, fakta dan asumsi
  2. Questioning & Analyzing : Mempertajam pemahaman melalui latihan bertanya dan reka imajinasi
  3. Exploring : Membuktikan teori dari beragam buku, uji coba, eksperimen, menggali informasi dari narasumber
  4. Creating & Produce : Menciptakan karya untuk keperluan komunikasi dan presentasi
  5. Share, Show & Tell : Open class, assembly

Sebuah pengabdian pada pendidikan nasional. Demikian komitmen yang menjadi semangat pendirian Yayasan Semut Beriring pada 9 Agustus 1999. Semut merupakan serangga kecil yang cerdik, mampu membangun koloni dan dengan fitrahnya menyelenggarakan.

Semut merupakan serangga kecil yang cerdik, mampu membangun koloni dan dengan fitrahnya menyelenggarakan suatu desain tata kelola organisasi yang kompleks nyaris sempurna (Harun Yahya; Keajaiban pada Semut, 1997).Mengambil filosofi Semut, Yayasan Semut Beriring dalam setiap aktifitasnya mendayagunakan semangat bergotong royong beriringan bersama bersinergi untuk mencapai tujuan. Yayasan Semut Beriring bertekad menjadi bagian yang aktif dalam upaya mencerdaskan bangsa, melalui kegiatan di bidang pendidikan dasar menengah, pendidikan tinggi dan keterampilan hidup.

Melangsungkan proses pendidikan sekolah menengah pertama untuk memperkuat konsep diri dan potensi kecerdasan sesuai minat serta membangun kesadaran berbangsa di tengah interaksi global

    1. Sekolah dilangsungkan berdasarkan ajaran dan landasan Islam
    2. Menjunjung tinggi 4 Pilar Kebangsaan : Pancasila, UUD ’45, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika
    3. Mengedepankan pemerdekaan pendidikan melalui pemahaman perbedaan karakter dan gaya belajar siswa
    4. Mengakomodasi dan menggali minat melalui cara pandang kecerdasan majemuk
    5. Sekolah menuju inklusi, yang meyakini the best school is the best process, not best input
    6. Mengupayakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman
    7. Menghadirkan sekolah sebagai rumah kedua
    8. Mewujudkan kesempatan siswa dalam merancang masa depan


Indonesia : Setiap anak bangsa penting dan harus memahami ke- Indonesiaan secara mendasar, bukan hanya sumber daya alam, melainkan sumber daya manusianya bagi penguatan di masa mendatang.  Murid masa kini adalah pemimpin bangsa di masa depan Natural : Proses belajar sesuai fitrah, sesuai tahapan dan kesiapan dan penjenjangan.  Kesinambunagn perlu mencerminkan kemajuan belajar secara bertahap menuju keutuhan dari segi ilmu.  Natural juga berarti alamiah, baik lingkungan belajar maupun proses dan target yang akan dicapai.

Nama sekolah:
INS

        1.  berbahasa Inggris, sebagai penanda bahwa dunia saat ini sudah menjadi
      big village
        . Perlu mempersiapkan siswa menjadi warga dunia, bukan hanya pada kompetensinya, melainkan kesiapan jati dirinya yang bangga dengan apa yang dimiliki serta siap meluaskan jejaring dengan dunia internasional.
(Visited 128 times, 1 visits today)
Close
WhatsApp chat