Kurikulum

The Best School is the Best Process

Mengaplikasikan  idiom tersebut, INS menterjemahkan melalui proses belajar dengan alur yang kami sebut sebagai ‘mengalami’:

  1. OBSERVATION & DESCRIBING – mengamati
  2. QUESTIONING & ANALYZING – ajarkan bertanya
  3. EXPLORING – buku referensi, eksperimen, uji coba, nara sumber
  4. CREATING & PRODUCE – mencipta, presentasi, karya cipta
  5. SHARE, SHOW & Tell – mempertujukkan (open class, assembly)
  6. REFLECTING – perenungan – proses memikirkan dan berfikir ulang

TAHAPAN yang sesuai dengan pola:

  1. MENGAMATI
  2. MENANYA
  3. MENGOLAH – mengumpulkan informasi, mengasosiasi, menganalisa,
  4. MENCOBA
  5. MENALAR
  6. MENYAJIKAN – mengkomunikasikan
  7. MENCIPTA

secara METAFORMING :

  1. Koneksi (asosiasi )
  2. Penemuan (discovery)
  3. Penciptaan (invention)
  4. Penerapan / aplikasi

Penerapan Metaforming menggunakan  CREATE:

  1. Connect
  2. Relate
  3. Explore
  4. Analyze
  5. Transform
  6. Experience

Yang selama ini digunakan  di  Lesson Plan  dicermati melalui TANDUR (temukan – alami – namai – ulangi – rayakan)  dan AMBAK (apa manfaatnya bagiku – contextual  learning)       Bandingkan !!!!. SAMA !!!! semua harus didisain melalui  INSTRUCTIONAL DISAIN . Jadi.. apapun kurikulumnya, delivery materi akan selalu menggugah dan menantang. Selamat berproses

Ketika pemelajaran berlangsung membosankan dan tak bermakna, ,  apakah menjadikan pemelajaran itu berhasil? – ini mungkin ringan pada segi pembiayaan , karena tanpa media, tanpa eksplorasi,  tanpa memikirkan projek dan masa ekspresi. Bayangkan, jika ‘biaya’  yang ringan itu berlangsung berbulan bulan, bertahun, dari generasi ke generasi, apakah ongkos kecil itu justru akan meledak menjadi sangat mahal? Dan akibatnay adalah sebuah kemunduran bangsa!