Written by 7:44 pm News, Staff's Picks

GURU SMP INS, YANG MUDA YANG BERKARYA

“Guru SMP INS masih muda-muda ya usianya …. “, kata orangtua murid saat suatu pertemuan sekolah. Ini tentu suatu makna yang positif.

guru SMP INS, Depok

berbusana tradisional, sebagai upaya untuk membangkitkan kesadaran berkebangsaan bagi para siswa

Guru yang berjiwa muda, dengan semangat muda, dapat menjadi teman dan menggali kreativitas pembelajaran serta mendampingi para siswa di usia remaja mereka yang penuh dengan gejolak pencarian jati diri.

Guru yang muda juga bermakna penuh energi kreativitas, untuk menerapkan pembelajaran natural berorientasi pada anak (student centered), yaitu pendidikan  yang memerdekakan anak, guna menemukan jati diri mereka, supaya memperkuat konsep diri para siswa.

Serta, para guru berupaya menggali potensi kecerdasan siswa sesuai minat, serta tak lupa membangun kesadaran nasionalisme berbangsa yang kuat, agar kelak mereka mampu bergaul dan berkarya di tengah interaksi dunia yang mengglobal.

guru SMP INS, Depok

para guru berpose bersama Bunda Arfi (tengah), bangga berbusana nasional saat perayaan HUT RI ke 74 di sekolah

Bekerja dengan Hati

Menjadi guru adalah pekerjaan 24 jam. Sejak mengajar pagi hari, hingga tidur dan terbangun di esok hari, selalu terfikirkan apa dan bagaimana cara terbaik untuk meningkatkan potensi anak. Mencari gagasan-gagasan cara pembelajaran yang kreatif, agar mempermudah siswa memahami materi ajar. Mencari cara-cara belajar yang cocok dan menyenangkan, agar anak selalu ceria bersemangat dan antusias dalam kegiatan di sekolah.

Guru di SMP INS, bekerja dengan tangan yang trampil, badan yang sehat, pikiran yang jernih, serta dengan hati yang penuh kasih — by hand, by health, by head, and by heart. Di sekolah inklusif seperti SMP the Indonesia Natural School ini, di mana siswa masuk tanpa standar nilai akademik yang tinggi atau tertentu, namun sebagai sekolah dengan pendekatan  “education for all“, para guru dituntut mempunyai kesabaran dan welas asih yang luas.

Dengan begitu, para guru dapat tetap tersenyum menghadapi berbagai kendala belajar anak. Dan dapat berbagi cerita setiap hari dengan para siswa nya.

“Pendidikan adalah usaha kebudayaan, berazas peradaban, untuk melanjutkan hidup agar mempertinggi kemanusiaan.” Ki Hajar Dewantara

tim guru SMP INS, Depok

yang muda yang berkarya

tim guru SMP INS di kota Depok

penuh semangat dan kreativitas, untuk mengembangkan potensi dan kompetensi siswa

tim guru SMP INS, Depok

menjadi teman dan tauladan bagi siswa

Guru adalah Pamong

Di SMP INS, para guru menjadi teman dan sahabat bagi murid-muridnya. Terhadap guru yang relatif muda, mereka lebih nyaman memanggil dengan sebutan “kakak”.  Untuk yang lebih senior dengan Bapak atau Ibu, atau Miss.

Dengan begitu, guru memang berperan sebagai pamong, atau meng’emong’ atau dalam ajaran Ki Hajar Dewantara, disebut pamong dalam Sistem Among.

Seorang guru semestinya mampu menjadi pamong, mendidik dengan welas asih sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan si anak. Sistem pendidikan yang terbaik adalah yang mampu menumbuhkan disiplin dan pemahaman mengenai kesejatian hidup dari dalam diri siswa sendiri.

Hal tersebut tidak dapat dicapai melalui metode yang menekankan pada perintah, paksaan, dan hukuman seperti yang umum dipakai oleh pendidikan kolonial.

Sistem among memberikan kesempatan seluas-luasnya pada kemandirian siswa. Peserta didik didorong untuk mengembangkan disiplin diri yang sejati, melalui pengalaman, pemahaman, dan upayanya sendiri. Yang terpenting adalah menjaga agar kesempatan ini tidak membahayakan si anak atau mengancam keselamatan orang lain.

Dalam sistem among, guru memiliki tiga fungsi utama. Di depan, ia menjadi teladan atau contoh yang baik bagi para murid. Di tengah, menjadi pendorong atau pemberi semangat. Dan, di belakang mengamati kemajuan para murid. Ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.

“Pendidikan yang dilakukan dengan keinsyafan, ditujukan ke arah keselamatan dan kebahagiaan manusia.  Pendidikan berarti memelihara hidup tumbuh ke arah kemajuan.” Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara juga menekankan agar para guru mendorong murid-muridnya agar mengikuti jalur yang benar dengan cara mengilhami dan memotivasi mereka dengan pikiran yang tepat.

Begitu para murid bergerak di jalur yang benar, hendaknya guru berusaha untuk mengupayakan setiap peluang kemajuan bagi mereka tanpa banyak campur tangan. Selanjutnya para guru tinggal mengamati kemajuan mereka.

Dengan demikian, pendidikan akan menghasilkan manusia yang merdeka, yang berkembang secara utuh dan selaras dalam segala aspek kemanusiaannya serta mampu menghargai dan menghormati manusia lain.

Kepala Sekolah SMP INS, Bapak Yosi Ihsan

Yossi Ihsan, Kepala Sekolah SMP INS, saat mewisuda lulusan angkatan ke-8, Mei 2019

guru SMP INS, Depok

bersama berpose bersama di halaman sekolah, di senja yang indah selepas mengajar

/IM

(Visited 73 times, 1 visits today)
Close
WhatsApp chat