Sapa Bunda

Assalamu’alaikum Wr. Wb…

Syukur pada Illahi Robbi, atas semua berkah dan kenikmatan serta perlindungann pada kita, sehingga langkah kita kini sampailah  dengan selamat di Tahun Ajaran Baru 2016/2017.

Wabah “Aku Becus” ini mengantarkan Ibu Kiran mendapat beragam penghargaan regional dan internasional, dan dikenal dengan pendekatan DFC  (Design for  Change).

Perjumpaan para remaja belia kita  dengan kerabat dan para sesepuh  di hari yang fitri kemarin, semoga melanggengkan santun kata dan laku, yang tetap menghargai peradaban timur , meski dunia makin tunggang langgang dengan perubahan.

Alhamdulillah, gedung INS hampir seratus persen diselesaikan. Siswa kelas 7 pun telah bergabung dan menempati dua kelas paralel. Nama tumbuhan langka dalam bahasa Latin telah disematkan untuk menandai nama kelas. Meski masih susah melafalkan, namun  kecintaan pada flora Nusantara diharapkan mendorong siswa ingin tahu lebih jauh tentang kekayaan negrinya.

Hari-hari seru akan  mewarnai semester ini dengan makin beragamnya gaya belajar dan kompetensi siwa. Akan makin membuat sekolah hidup dalam dinamika dan pencarian problem solving .

Menjelang pertemuan dengan orang tua siswa kelas 7 dan pindahan, yang akan kami sampaikan secara lebih  rinci tentang proses belajar di INS, kami berikan gambaran umum tentang  alur  belajar.

Adalah sebuah tata belajar yang dituliskan oleh guru besar ITB, Iwan Pranoto, yang mengetengahkan  tulisan tentang Design For Change. Pertama, kelompok anak menentukan masalah di lingkungannya yang mereka rasa perlu diselesaikan. Lantas mereka mengkhayalkan kemungkinan jawabannya. Jika perlu, mereka akan berdiskusi de-ngan orang dewasa. Sesudah dirasa matang, mereka mewujudkan jawaban tersebut dan diujicobakan secara nyata.

Nah… setelah berhasil, mereka akan membagikan cerita keberhasilan itu melalui berbagai sarana atau media. Rangkaian 4 langkah itu, yakni  “Merasakan -Mengkhayalkan – Mewujudkan – Membagikan  itu disebut Design Thinking   atau berfikir Reka Cipta.

Model atau pola tersebut cocok benar dengan disain dan alur pembelajaran di INS, yang mengedepankan proses,  mulai dari: Observing & Describing; Questioning & Analyzing; Exploring; Creating  & Produce dan diakhiri dengan  Share, Show & Tell yang dikemas pada karya Ekspresi dan karya.

Padu padan alur ini akan langgeng selamanya, meski yang namanya ‘Kurikulum   Nasional’ acap kali  berganti.  Seyogyanya, alur ini selaras dengan alur belajar versi orang tua yang makin mencermati proses merdeka, yang patut dan membebaskan. Meski seringkali terkilir dengan eporia mendongkrak nilai dengan mengenyampingkan mata ajar lain selain “yang di-UN kan”.

Penguatan dan pembekalan konsep diri akan dibahas pada materi Survival Education dan Kebangsaan. Berikan ruang pada ananda untuk membekali dirinya terhadap perubahan dan perbedaan. Program ekstra kurikuler akan ditambahkan mulai awal semester ini dengan membuka kembali ekskul photografi .

Secara khusus diadakan jam tatap muka dengan wali kelas, untuk membahas  perihal apa saja yang melingkupi kehidupan siswa. Wali kelas akan bertindak selaku student advisor  dan menjadi tempat  curhat bagi belia remaja kita. Begini lah kami memperbesar kaca pembesar untuk mendekatkan siswa dengan masalah dirinya,  agar meminimalkan kendala pencapaian akademik..

Secara  khusus saya pribadi dan atas nama Yayasan Semut Beriring menghaturkan terima kasih yang mendalam atas tanda cinta dan berbagi kebahagiaan pada Hari Raya Iedul Fitri  yang lalu dari orangtua siswa untuk para Guru, staff dan Janitor serta security sekolah. Semoga rizki orang tua bertambah atas segala derma yang diberikan. Terima kasih setulusnya.

Menggelorakan semangat 70 Tahun Indonesia Merdeka, semoga kita makin mantab menegaskan kembali pendidikan dan relevansinya pada kehidupan. Tujuh Puluh tahun adalah waktu yang lama untuk menunggu anak  bangsa berteriak : “AKu becus, Aku berdaya, Aku merdeka’,  sebagaimana ditulis oleh Guru besar ITB, Iwan Pranoto.

Selamat menikmati hari-hari indah, semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita dari fitnah musibah malapetaka & bencana, dan dari segala sakit penyakit, serta dan kita terjaga dari  kufur nikmat. Jaga komunikasi antar kita  dengan nyaman dan ……….terbuka, sampaikan segala rasa melalui  tatap mata, bukan di dunia maya.

Salam hangat  untuk seluruh keluarga, saya haturkan permohonan maaf lahir batin atas segala salah khilaf.

Salam Pendidikan,

Wassalamu’alaikum wr wb

Arfi Destianti

Prime Principal & Direktur Sekolah